BAB I: PHP Sebagai Bahasa Pemrograman Web

(Ditulis pada Jum’at 28 Juli 2006 @ 21:09)

Pada bab ini akan dijelaskan tentang dasar-dasar PHP sebagai bahasa pemrograman web. Jika anda telah mengetahui tentang dasar-dasar PHP dan telah paham penggunaan PHP sebagai bahasa pemrograman web, maka anda dapat langsung loncat ke BAB II yang akan membahas tentang variabel, array dan tipe data di PHP. Tetapi jika anda baru dan belum mengetahui tentang PHP, maka bab ini memang untuk anda.

Setelah selesai membaca bab ini, anda akan memiliki pengetahuan tentang:

  • PHP sebagai sebuah bahasa pemrograman web

  • Cara membuat script dasar PHP

  • Cara menyisipkan PHP ke dalam HTML

  1. Apa itu PHP?

Apa itu PHP? PHP merupakan sebuah bahasa pemrograman open source yang banyak digunakan khususnya pada aplikasi-aplikasi berbasis web. PHP dapat disisipkan di dalam script HTML. PHP sendiri merupakan kependekan dari

“PHP:Hypertext Preprocessor”.

Berikut ini adalah salah satu contoh script PHP yang disisipkan di dalam sebuah script HTML.

echo “Hallo, ini adalah script PHP!!”;

?>

Pada contoh diatas dapat dilihat bahwa script PHP dapat disisipkan ke dalam HTML. Hal ini tentu saja berbeda dengan bahasa script lain seperti halnya perl atau c yang memerlukan banyak perintah untuk menghasilkan sebuah output HTML.

Sebuah script PHP ditandai dengan sebuah tag awal dan tag akhir. Tag awal dari script PHP ditandai dengan tanda atau dan diakhiri dengan tanda ?>. Seluruh script yang berada di antara dua tag ini akan dianggap sebagai script PHP dan akan di proses oleh PHP Engine.

Perhatian: Pada beberapa sistem, tag short-tag) tidak diperbolehkan dan diharuskan menggunakan tag script PHP diawali dengan tag

Pada dunia pemrograman web, terdapat dua jenis script, yaitu server-side script dan client-side script. Server-side script merupakan script-script yang dijalankan di sisi server yang outputnya kemudian dikirimkan ke sisi client. Contoh server-side script adalah PHP, ASP, ASP.NET, Coldfusion dan lain-lain. Client-side script merupakan script-script yang dijalankan di sisi client. Contoh client-side script adalah JavaScript, VBScript.

PHP termasuk ke dalam bahasa server-side script. Hal ini berarti script-script yang dituliskan dan disisipkan ke dalam halaman HTML akan di proses di server baru kemudian outputnya dikirimkan ke client. Pada contoh diatas, output yang akan dihasilkan adalah sebuah halaman HTML yang berisi tulisan Hallo, ini adalah script PHP!!.

  1. Cara menjalankan PHP

Untuk dapat menjalankan sebuah script PHP, maka dibutuhkan sebuah web server, PHP engine dan sebuah web browser. Anda dapat menggunakan web server apache (http://www.apache.org) yang dapat anda download secara gratis. Sedangkan untuk PHP engine dapat di download di web site PHP (http://www.php.net). Aplikasi web browser dapat menggunakan web browser bawaan sistem operasi atau dapat juga menggunakan web browser firefox.

Proses installasi dan konfigurasi PHP tidak akan dibahas dalam tulisan ini. Anda dapat melihat file INSTALL maupun README dari masing-masing paket PHP & Web Browser untuk informasi bagaimana cara installasi dan konfigurasi PHP.

Berikut ini adalah script PHP pertama kita,

echo “Hallo, ini adalah script PHP!!”;

?>

Simpan script PHP ini dengan nama hello.php. Perlu diperhatikan bahwa ekstensi dari file script PHP ini haruslan .php. Setelah file ini disimpan dan web server dijalankan, buka web browser dan masukan alamat URL dari script ini. Jika file ini diletakkan di web server lokal pada direktori dasar, maka alamat untuk mengakses script ini ada di http://localhost/hello.php atau http://127.0.0.1/hello.php. Jika semua konfigurasi telah benar, maka anda akan melihat output dari script ini sebagai berikut.

Hallo, ini adalah script PHP!!

Script diatas adalah script sederhana yang hanya memanggil sebuah fungsi echo yang gunanya untuk menghasilkan output. Sampai diisini anda telah berhasil membuat sebuah script PHP sederhana, mari kita lanjutkan dengan membuat sebuah script PHP yang menghasilkan halaman informasi, yaitu halmaan PHP info. Cara membuatnya sangat sederhana, cukup panggil fungsi phpinfo() secara otomatis, PHP akan menghasilkan halaman informasi PHP yang dapat anda gunakan untuk melihat konfigurasi PHP anda.

phpinfo(); ?>

  1. Pemrograman Web Dinamis

Setelah tadi kita melihat kemampuan PHP dalam menghasilkan output HTML, sekarang kita akan melihat kemampuan PHP dalam membuat sebuah halaman dinamis. Pada sub bab ini akan dibuat sebuah script PHP yang akan meminta input nama pengguna. PHP kemudian akan menampilkan nama yang dimasukkan dan memberitahukan jenis browser yang digunakan oleh pengguna.

Pertama, untuk melakukan pengecekan jenis browser, kita dapat memeriksanya melalui informasi yang dikirim oleh browser kepada web server. Informasi ini dikirim sebagai bagian dari request HTTP (HTTP Requst). Informasi ini disimpan dalam sebuah variabel global. Variabel pada PHP dimulai dengan menggunakan tanda dollar. Variable yang akan kita gunakan untuk pengecekan jenis browser ini adalah variable

$_SERVER[‘HTTP_USER_AGENT’].

echo $_SERVER[‘HTTP_USER_AGENT’] ?>

Jika script diatas dieksekusi, maka akan menghasilkan output seperti dibawah ini.

Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)

Dari contoh diatas, kita kemudian dapat melakukan pengecekan apakah seorang pengguna menggunakan web browser Internet Explorer atau lainnya. Pengecekan ini dapat dilakukan dengan menggunakan percabangan if..then..else... Fungsi yang digunakan untuk melakukan perbandingan string adalah dengan memanfaatkan fungsi strpos(). Fungsi strpos() ini merupakan fungsi yang disediakan oleh PHP untuk melakukan pencarian string di dalam string, dalam hal ini, kita akan mencari string MSIE dari variable $_SERVER[‘HTTP_USER_AGENT’]. Fungsi ini akan menghasilkan nilai true jika string yang dibandingkan terdapat dalam string sumber, dan akan menghasilkan nilai false jika tidak ditemukan.

Kedua, untuk mendapatkan input dari pengguna, kita dapat memanfaatkan HTML form. Pengguna akan mengisikan data pada HTML form yang kemudian data ini akan dikirim ke server. Data kemudian di proses di server dan dikembalikan ke web browser client dalam bentuk HTML yang telah di proses.

Berikut ini adalah contoh halaman input form HTML. Disini dapat dilihat bahwa kita akan menggunakan sebuah form yang jika tombol submit ditekan, maka data akan dikirimkan ke halaman proses.php.

Your name:

Setelah membuat file HTML ini, kita harus membuat file PHP yang akan menangani hasil input ini. Berikut adalah listing dari file proses.php yang digunakan untuk memproses input.

Hello echo $_GET[‘name’] ?>.

if (strpos($_SERVER[‘HTTP_USER_AGENT’], ‘MSIE’) !== FALSE) {

?>

You are using Microsoft Internet Explorer browser

} else {

?>

You are not using Microsoft Internet Explorer browser

}

?>

Pada saat file HTML diakses, pengguna akan dihadapkan pada sebuah textbox input yang menanyakan nama dari pengguna tersebut. Ketika tombol submit ditekan, maka web browser akan mengirimkan data nama pengguna ini ke halaman proses.php. Pada PHP, variabel dari form dapat diambil dengan menggunakan variabel global $_GET atau $_POST tergantung dari method yang digunakan oleh form tersebut ketika mengirimkan data. Pada contoh diatas, digunakan variabel $_GET[‘name’] karena form dikirimkan dengan method GET dan nama textbox yang digunakan sebagai input textbox bernama name.

Output dari contoh diatas jika kita menggunakan browser Internet Explorer dan mengisikan nama harry adalah sebagai berikut.

Hello harry.

You are using Microsoft Internet Explorer browser

The URI to TrackBack this entry is:
http://harrykartono.blogsome.com/2006/07/29/bab-i-php-sebagai-bahasa-pemrograman-web/trackback/

Responses to BAB I: PHP Sebagai Bahasa Pemrograman Web

No responses yet.

Leave a Reply


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.