The Business

Alow… sebulan nggak posting, baru sempet posting hari ini. SELAMAT LEBARAN yaa….
Menjalankan sebuah usaha ternyata nggak semudah yang dikira (haduh, kamana wae kang..?). Kira-kira dalam empat bulan ini (NOV’06 FEB ‘07) kitekite musti banting kaki, angkat tulang untuk menyelesaikan software hotel. Analisis sudah berjalan dari beberapa bulan yang lalu dan saat ini sedang tahap designing.
Sebelumnya, gw ngerjain tools untuk mempermudah dalam generating template (UI Designer). Tools ini bersifat seperti IDE aplikasi-aplikasi desktop, cuman outputnya nanti adalah sebuah template (patTemplate) yang sudah siap digunakan. Selain itu, framework library perusahaan juga udah rampung (99%) dan siap digunakan. Klenyeng-klenyeng juga nih ngerjain dua kerjaan ini. Mudah-mudahan tools ini bisa menjadi katalis dalam proses developing sistem hotel ini. Berikut adalah screen shot page designernya:

Azpiration IDE

Belum beres sistem hotel, kemaren dateng orang nawarin kerjaan. Bikin sistem untuk TKI, musti beres dalam waktu 2 bulan. Artinya: analisis+design+coding musti beres dalam 1 bulan, max: 1,5 bulan, karena yang 1/2 bulan lagi akan dipake untuk proses beres-beres. Alhamdulillah, belum pula sistem TKI ini dikerjakan, tadi malem, dateng lagi orang nawarin kerjaan lagi. Bikin e-learning, tepatnya: LCMS… hoho… what the hell is this?

Terus terang sebelumnya gw bingung banget apa itu LCMS, apa bedanya dengan LMS… mereka sama-sama e-learning toh? bisa di rujuk di wikipedia. Ternyata ada perbedaan mendasar mengenai dua makhluk ini.

Both an LMS and an LCMS manage course content and track learner performance. Both tools can manage and track content at a learning object level, too. An LMS, however, can manage and track blended courses and curriculum assembled from online content, classroom events, virtual classroom meetings and a variety of other sources. Although an LCMS doesn’t manage blended learning, it does manage content at a lower level of granularity than a learning object, which allows organizations to more easily restructure and repurpose online content. In addition, advanced LCMSs can dynamically build learning objects based on user profiles and learning styles. When both systems adhere to XML standards, information is passed easily from the object level to the LMS level.
sumber: Learning Circuits.

Mudahnya, LCMS lebih ditujukan kepada manajemen konten dari e-learning ini, sedangkan LMS ditujukan untuk manajemen e-learningnya itu sendiri. Jadi memang benar-benar berbeda. Dalam LCMS, terdapat repository yang digunakan untuk menampung sumber-sumber/bahan-bahan materi termasuk soal-soal untuk pengujian apakah materi tersampaikan atau tidak. Selain itu, terdapat juga tingkat kesulitan dari masing-masing sumber ini. Sumber-sumber/bahan materi dari repository ini disebut dengan istilah objek. Masing-masing objek memiliki meta data yang akan mengindikasikan isi, pemilik dan beragam informasi mengenai objek tersebut. Setiap objek dapat digabungkan menjadi sebuah materi yang pada akhirnya materi yang tersusun dari objek-objek tadi akan kembali di masukan ke dalam repository sebagai sebuah objek baru. Hmm.. mantab!!

Ada namanya LON-CAPA (Learning Online Network with Computer Assisted Personalized Approach). Ini dibuat oleh Michigan State University, free software dan udah lengkap buanget. Nah, yang kita pengen bikin sekarang adalah LCMS-nya saja, tidak termasuk LMS. Berikut adalah diagram integrasi antara LMS dan LCMS.

LMS-LCMS Integration in a Learning Ecosystem

dan perlu dicatat, minggu depan gw harus udah bisa presentasi LCMS dan bulan depan harus udah beres… ghelow bo! do’akan daku yah temans-temans :-D

SELAMAT BERJUANG….

The URI to TrackBack this entry is:
http://harrykartono.blogsome.com/2006/11/02/the-business/trackback/

Responses to The Business
  1. Gravatar Image

    stwn said:

    maaf lahir bathin har!
    selamat dapat rejeki banyak! kita bantu orang, kita dapat rejeki :)

    1 hour after the fact.
  2. Gravatar Image

    rhie said:

    sama-sama mas iwan… :-D
    mari kita saling membantu

    5 days after the fact.

Leave a Reply


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.